susahnya menjaga hati..sdgkan ia adalah tempat pandangan Allah..ia merupakan wadah rebutan di antara malaikat dan syaitan..masing2 ingin mengisi..malaikat dgn hidayah, syaithan dgn kekufuran..bila tiada hidayah, ada ilmu pun tdk menjamin dpt selamat, sekalipun ilmu diperlukan..susahnya menjaga hati..bila dipuji, ia berbunga..terasa luar biasa..bila dicaci, aduh sakitnya..pencaci dibenci..bahkan berdendam sampai mati..bila berilmu atau kaya, sombong mengisi dada..jika miskin atau kurang ilmu, rendah diri pula dgn manusia..adakalanya kecewa..kemuncaknya putus asa..
pada takdir yang menimpa, kita susah untuk reda..ujian yg datang, sabar tiada..jiwa menderita..melihat kelebihan orang lain, hati tersiksa..kesusahan orang lain, hati menghina..bahkan terhibur pula..suka menegur orang, tapi bila ditegur hati luka..aduh susahnya menjaga hati..patutlah ia dikatakan raja diri..bukankah sifat sombong pakaian Raja?!
bukan mudah menahan marah apabila orang marah kepada kita atau orang membuat kesalahan kepada kita..bukan mudah tdk membalas terhadap orang yg menganiaya dan memfitnah kita..sedangkan mereka menyusahkan kita, dan kita pun menderita dibuatnya..tdk mudah menahan perasaan hati agar tdk berbunga ketika ada orang memuji kita..apakah kita boleh menolak pujian itu dengan rasa hati bahwa kita tdk layak menerimanya?..tdk mudah, biasanya hati sedap dan berbunga rasanya...
apabila kita berhadapan dgn orang serba istimewa, ada yang kaya, berjabatan tinggi, tinggi ilmunya sedangkan kita orang biasa saja, biasanya kita inferiority complex dibuatnya, malu pun timbul..dapatkah kita merasa biasa saja, tidak terasa apa-apa??
yang penting kita dgn Allah ada hubungan senantiasa, takut dan cinta..terasa bahagia dgn Allah, rasa senang dengan-Nya yang lain tdk ada arti apa2..apakah mudah hati kita menahan derita bila mendapat bala bencana?? tdk mudah, biasanya hati kita derita dibuatnya..kita rasa kecewa, kita rasa orang yang malang hidup di dunia..kita tdk dapat hubungkaitkan dgn hikmah dan didikan Allah kepada kita..bahkan biasanya selalu saja jahat sangka dengan Allah yang melakukannya..hati kita rasa bahwa tidak semestinya Tuhan menyusahkan kita...
Begitu jugalah kalau kita orang istimewa, berilmu, berjabatan tinggi, kaya! Biasanya rasa megah datang tiba-tiba, sombong pun berbunga, mulailah kita menghina. Hidup kita pun mulailah berubah, sebelumnya beragama lupa agama. Kalau dahulu dapat bergaul dengan orang biasa, sekarang kawan kita golongan atas saja . Hendak bergaul dengan orang biasa seperti dahulu rasa jatuh wibawa.
begitulah hati manusia sentiasa berubah2 apabila berubah keadaan..karena itulah kita disuruh berdoa: “ya Allah tetapkanlah hati kami di atas agamaMu dan mentaatiMu.”
**copy dr FBI...................................
No comments:
Post a Comment